Kamis, 31 Oktober 2013

Makna Yang Terkandung Dalam UUD 1945

1) Makna Pembukaan UUD’1945
Makna yang terkandung dalam tiap-tiap Alinea Pembukaan UUD 1945, secara
keseluruhan sebenarnya merupakan suatu kesatuan yang logis. Tiap-tiap alinea
dalam  Pembukaan  UUD  1945,  sejak  dari  alinea  I  sampai  dengan  alinea  IV
merupakan suatu kesatuan. yang logis sejak dari alinea I sampai dengan alinea
IV,  sejak  dari  pernyataan  yang  bersifat  umum  sampai  dengan  pembentukan
negara Indonesia. Keseluruhannya itu dapat dirinci pada uraian berikut ini:
Alinea I
Dalam alinea I ini terdapat suatu pernyataan yang bersifat umum yaitu suatu
hak kemerdekaan setiap bangsa di dunia. Kemerdekaan dalam pengertian ini
bukanlah  kemerdekaan  individualis  (liberalis)  namun  merupakan  suatu
kemerdekaan bangsa. Jadi kemerdekaan individu diletakkan dalam kaitannya
dengan  kemerdekaan  bangsa.  Kemerdekaan  tersebut  merupakan  suatu  hak
kodrat, yaitu hak yang melekat pada kodrat manusia dan bukanlah merupakan
hak  hukum,  sehingga  disebut  juga  sebagai  hak  kodrat  dan  hak  moral.
Pelanggaran  terhadap  hak  kodrat  dan  hak  moral  ini  pada  hakikatnya  tidak
sesuai dengan peri kemanusiaan (hakikat manusia) dan peri keadilan (hakikat
adil).  Konsekuensinya  merupakan  wajib  kodrat  dan  wajib  moral  bagi  setiap
penjajah untuk memberikan kemerdekaan pada bangsa jajahannya. Berdasarkan
ilmu logika maka pernyataan pada alinea I ini merupakan suatu premis mayor
(pernyataan yang bersifat umum).

Alinea II
Berdasarkan  alasan  akan  hak  kodrat  dan  hak  moral  bagi  setiap  bangsa  dan
kenyataannya pihak penjajah tidak memenuhi wajib kodrat dan wajib moral

untuk  memberikan  kemerdekaan  pada  bangsa  Indonesia  maka  sudah
semestinya  bagi  bangsa  Indonesia  untuk  menentukan  nasibnya  sendiri  atas
kekuasaan  dan  kekuatannya  sendiri,  yaitu  berjuang  untuk  mencapai
kemerdekaan. Dalam kenyataannya bangsa Indonesia hampir mencapai tujuan
kemerdekaan  tersebut.  Pernyataan  dalam  alinea  II  ini  menurut  ilmu  logika
merupakan suatu premis minor (yang bersifat khusus). Kemudian kemerdekaan
tersebut  dijelmakan  dalam  suatu  negara  yaitu  negara yang  merdeka,  bersatu,
berdaulat, adil dan makmur.
Alinea III
Sebagai  suatu  konsekuensinya  maka  bangsa  Indonesia  menyatakan
kemerdekannya  itu  atas  kekuatannya  sendiri  yang  didukung  oleh  seluruh
rakyat. Demikian pula merupakan suatu tindakan yang luhur dan suci, kareta
melaksanakan dan merealisasikan hak kodrat dan hak moral akan terwujudnya
kemerdekaan.  Keseluruhannya  itu  hanya  mungkin  terwujud  karena  atas
karunia dan rakhmat Tuhan Yang Maha Esa. Menurut ilmu logika pernyataan
dalam  alinea  ketiga  ini  merupakan  suatu  konklusio  atau  merupakan  suatu
kesimpulan.

Alinea IV
Semua asas yang terdapat dalam alinea I, II dan III tersebut pada hakikatnya
merupakan suatu asas pokok bagi alinea IV, atau merupakan konsekuensi logis
yaitu isi alinea IV merupakan tindak lanjut dari alinea sebelumnya. Isi yang
terkandung  dalam  alinea  IV  yang  merupakan  konsekuensi  logis  atas
kemerdekaan yaitu meliputi pembentukan pemerintahan negara yang meliputi
empat prinsip negara yaitu :
a.  Tentang  tujuan  negara,  yang  tercantum  dalam  kalimat....melindungi  segenap
bangsa  dan  seluruh  tumpah  darah  Indonesia  dan  untuk  memajukan
kesejahteraan  umum  mencerdaskan  kehidupan  bangsa...  "  (yang  merupakan
suatu  tujuan  khusus)  dan  ....  ikut  melaksanakan  ketertiban  dunia  yang
berdasarkan  kemerdekaan,  perdamaian  abadi  dan  keadilan  sosial  ...
(merupakan tujuan umum atau internasional).
b.  Tentang  hal  ketentuan  ditiadakannya  UUD  Negara,’  yang  berbunyi  ”....maka
disusunlah  kemerdekaan  kebangsaan  Indonesia  itu  dalam  suatu  Undang-Undang Dasar Negara Indonesia....”
c.  Tentang  hal  bentuk  negara,  yang  termuat dalam  suatu  pernyataan  “.....yang
terbentuk  dalam  suatu  susunan  Negara  Republik  Indonesia  yang
berkedaulatan rakyat....”
d.  Tentang  dasar  filsafat  (dasar  kerokhanian)  negara,  dalam  kalimat  “....dengan
berdasar  kepada  Ketuhanan  Yang  Maha  Esa,  Kemanusiaan  yang  adil  dan
beradab,  Persatuan  Indonesia  dan  Kerakyatan  yang dipimpin  oleh  hikmat
kebijaksanaan  dalam  permusyawaratan/perwakilan,  serta  dengan

 mewujudkan suatu Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”. Seluruh
isi  yang  terdapat  dalam  alinea  IV  tersebut  pada  hakikatnya  merupakan
suatu  pernyataan  tentang  pembentukan  pemerintahan  Negara  Republik

Indonesia yang berdasarkan Pancasila

Nilai - Nilai Yang Terkandung Dalam Pancasila

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillahirabbilalamin, banyak nikmat yang Allah berikan, tetapi sedikit sekali yang kita ingat. Segala puji hanya layak untuk Allah Tuhan seru sekalian alam atas segala berkat, rahmat, taufik, serta hidayah-Nya yang tiada terkira besarnya, sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah dengan judul ”Nilai-Nilai Pancasila”.
Meskipun penulis berharap isi dari makalah ini bebas dari kekurangan dan kesalahan, namun selalu ada yang kurang. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun agar skripsi ini dapat lebih baik lagi.
Akhir kata penulis berharap agar makalah ini bermanfaat bagi semua pembaca.

Penyusun : ----
















i.PENDAHULUAN
A.     LATAR BELAKANG
Menjelang kekalahannya di akhir Perang Pasifik, tentara pendudukan Jepang berusaha menarik dukungan rakyat Indonesia dengan membentuk Dokuritsu Zyunbi Tyoosakai atau Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI).

Pada tanggal 1 Juni 1945, Bung Karno mendapat giliran untuk menyampaikan gagasannya tentang dasar negara Indonesia Merdeka, yang dinamakannya Pancasila. Pidato yang tidak dipersiapkan secara tertulis terlebih dahulu itu diterima secara aklamasi oleh segenap anggota Dokuritsu Zyunbi Tyoosakai.

Selanjutnya BPUPKI membentuk Panitia Kecil untuk merumuskan dan menyusun Undang-Undang Dasar dengan berpedoman pada pidato Bung Karno itu. Dibentuklah Panitia Sembilan (terdiri dari Ir. Soekarno, Mohammad Hatta, Mr. AA Maramis, Abikusno Tjokrosujoso, Abdulkahar Muzakir, HA Salim, Achmad Soebardjo dan Muhammad Yamin) yang bertugas : Merumuskan kembali Pancasila sebagai Dasar Negara berdasar pidato yang diucapkan Bung Karno pada tanggal 1 Juni 1945, dan menjadikan dokumen itu sebagai teks untuk memproklamasikan kemerdekaan Indonesia.

Demikianlah, lewat proses persidangan dan lobi-lobi akhirnya Pancasila penggalian Bung Karno tersebut berhasil dirumuskan untuk dicantumkan dalam Mukadimah Undang-Undang Dasar 1945, yang disahkan dan dinyatakan sebagai dasar negara Indonesia Merdeka pada tanggal 18 Agustus 1945.

Dalam kedudukan sebagai pemimpin bangsa, Bung Karno tidak pernah melepaskan kesempatan untuk tetap menyosialisasikan Pancasila. Lewat bebagai kesempatan, baik pidato, ceramah, kursus, dan kuliah umum, selalu dijelas-jelaskannya asal-usul dan perkembangan historis masyarakat dan bangsa Indonesia, situasi dan kondisi yang melingkupinya, serta pemikiran-pemikiran dan filosofi yang menjadi dasar dan latar belakang "lahirnya" Pancasila. Juga selalu diyakin-yakinkannya tentang benarnya Pancasila itu sebagai satu-satunya dasar yang bisa dijadikan landasan membangun Indonesia Raya dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berwilayah dari Sabang sampai Merauke, yang merdeka dan berdaulat penuh, demokratis, adil-makmur, rukun-bersatu, aman dan damai untuk selama-lamanya.
RUMUSAN MASALAH
Adapun Permasalahan Dalam Makalah Ini Antara Lain :
1.      Apa Yang Dimaksud Dengan Pancasila ?
2.      Mengapa Pancasila Mempunyai Sumber Nilai ?
3.      Apa Makna Dari Nilai – Nilai Pancasila ?
4.      Bagaimana Bisa Nilai Pancasila Berakar Dari Kebudayaan Indonesia ?


B.      TUJUAN
Agar Pembaca Dapat Mengetahui Tentang :
1.      Nilai – Nilai Pancasila
2.      Sejarah Terbuatnya Pancasila
3.      Pancasila Sebagai Sumber Nilai

ii. ISI ( PEMBAHASAN )

A.     PENGERTIAN PANCASILA
Sebagai bangsa Indonesia, kita patut mengerti dan memahami apa Pancasila itu. Pancasilaberasal dari dua kata yakni Panca dan Sila menurut bahasa Sanskerta. Sehingga pancasilamengandung arti lima buah prinsip atau asas. Asas-asas atau prinsip-prinsip tersebut antara lain:
1) Ketuhanan Yang Maha Esa
2) Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab
3) Persatuan Indonesia
4) Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan
5) Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.Dalam setiap Sila yang terkandung di dalam Pancasila memiliki butir-butir penting di manasetiap butir menekankan atau mengharuskan rakyat Indonesia untuk melakukan pengamalanPancasila di dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.


1.      Secara Etimologis kata Pancasila berasal dari bahasa India, yakni bahasa Sansekerta.
MenurutMuhammad Yamin: Pancasila memiliki dua macam arti, yaitu Panca artinya lima, syila dengan biasa (pendek) artinya sendi, alas, atau dasar, syila dengan panjang artinya peraturan tingkah lakuyang penting, baik, dan senonoh. Kata sila dalam bahasa Indonesia menjadi susila artinya tingkahlaku baik.
2.       Secara TerminologiPada 1 Juni 1945, dalam sidang Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia(BPUPKI) perkataan Pancasila (lima asas dasar) digunakan oleh Presiden Soekarno untuk memberinama pada lima prinsip dasar negara yang diusulkannya. Perkataan tersebut dibisikkan olehtemannya seorang ahli bahasa yang duduk disamping Soekarno, yaitu Muhammad Yamin.
PANCASILA SEBAGAI SUMBER NILAI BAGI BANGSA INDONESIA, yang dijadikan sebagai sumber nilai dalam kehidupan bermasyarakat,berbangsa, dan bernegara adalah Pancasila. Ini berarti bahwa seluruh tatanan kehidupanmasyarakat, bangsa, dan negara menggunakan Pancasila sebagai dasar moral atau norma dan tolakukur tentang baik buruk dan benar salahnya sikap, perbuatan, dan tingkah laku bangsa Indonesia.Nilai-nilai pancasila itu merupakan nilai intrinsik yang kebenarannya dapat dibuktikan secaraobjektif, serta mengandung kebenaran yang universal. Dengan demikian, tinjauan pancasilaberlandaskan pada tuhan, manusia, rakyat, dan adil sehingga nilai-nilai pancasila memiliki sifatobjektif.Pancasila dirumuskan oleh para pendiri Negara yang memuat nilai-nilai luhur untuk menjadidasar Negara. Sebagai gambaran, di dalam tata nilai kehidupan bernegara, ada yang disebutsebagai nilai dasar, nilai instrumental dan nilai praktis.
















B.      MAKNA NILAI DALAM PANCASILA

-          Nilai Ketuhanan
Nilai ketuhanan Yang Maha Esa Mengandung arti adanya pengakuan dan keyakinan bangsaterhadap adanya Tuhan sebagai pancipta alam semesta. Dengan nilai ini menyatakan bangsaindonesia merupakan bangsa yang religius bukan bangsa yang ateis. Nilai ketuhanan juga memilikarti adanya pengakuan akan kebebasan untuk memeluk agama, menghormati kemerdekaanberagama, tidak ada paksaan serta tidak berlaku diskriminatif antarumat beragama.
-          Nilai Kemanusiaan
Nilai kemanusiaan yang adil dan beradab mengandung arti kesadaran sikap dan perilaku sesuaidengan nilai-nilai moral dalam hidup bersama atas dasar tuntutan hati nurani denganmemperlakukan sesuatu hal sebagaimana mestinya.
-          Nilai Persatuan
Nilai persatuan indonesia mengandung makna usaha ke arah bersatu dalam kebulatan rakyat untuk membina rasa nasionalisme dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. Persatuan Indonesiasekaligus mengakui dan menghargai sepenuhnya terhadap keanekaragaman yang dimiliki bangsa indonesia.
-          Nilai Kerakyatan
Nilai kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilanmengandung makna suatu pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat dengan caramusyawarah mufakat melalui lembaga-lembaga perwakilan.
-           Nilai Keadilan
Nilai Keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia mengandung makna sebagai dasar sekaligustujuan, yaitu tercapainya masyarakat Indonesia Yang Adil dan Makmur secara lahiriah atauunbatiniah. Nilai-nilai dasar itu sifatnya abstrak dan normatif. Karena sifatnya abstrak dan normatif,isinya belum dapat dioperasionalkan. Agar dapat bersifat operasional dan eksplisit, perludijabarkan ke dalam nilai instrumental. Contoh nilai instrumental tersebut adalah UUD 1945 danperaturan perundang-undangan lainnya



C.      NILAI-NILAI SETIAP BUTIRAN PANCASILA

-          KETUHANAN YANG MAHA ESA
(1) Bangsa Indonesia menyatakan kepercayaannya dan ketaqwaannya terhadap Tuhan Yang MahaEsa.
(2) Manusia Indonesia percaya dan taqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, sesuai dengan agamadan kepercayaannya masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab.
(3) Mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerjasama antara pemeluk agama denganpenganut kepercayaan yang berbeda-beda terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
(4) Membina kerukunan hidup di antara sesama umat beragama dan kepercayaan terhadap TuhanYang Maha Esa.
(5) Agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa adalah masalah yangmenyangkut hubungan pribadi manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa.
(6) Mengembangkan sikap saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai denganagama dan kepercayaannya masing-masing.
(7) Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa kepadaorang lain

-          KEMANUSIAAN YANG ADIL DAN BERADAB
(1) Mengakui dan memperlakukan manusia sesuai dengan harkat dan martabatnya sebagaimakhluk Tuhan Yang Maha Esa.
(2) Mengakui persamaan derajad, persamaan hak dan kewajiban asasi setiap manusia, tanpamembeda-bedakan suku, keturrunan, agama, kepercayaan, jenis kelamin, kedudukan sosial, warnakulit dan sebagainya.
(3) Mengembangkan sikap saling mencintai sesama manusia.
(4) Mengembangkan sikap saling tenggang rasa dan tepa selira.
(5) Mengembangkan sikap tidak semena-mena terhadap orang lain.
(6) Menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.
(7) Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan.
(8) Berani membela kebenaran dan keadilan.
(9) Bangsa Indonesia merasa dirinya sebagai bagian dari seluruh umat manusia.
(10) Mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerjasama dengan bangsa lain

-          PERSATUAN INDONESIA
(1) Mampu menempatkan persatuan, kesatuan, serta kepentingan dan keselamatan bangsa dannegara sebagai kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan golongan.
(2) Sanggup dan rela berkorban untuk kepentingan negara dan bangsa apabila diperlukan.
(3) Mengembangkan rasa cinta kepada tanah air dan bangsa.
(4) Mengembangkan rasa kebanggaan berkebangsaan dan bertanah air Indonesia.
(5) Memelihara ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilansosial.
(6) Mengembangkan persatuan Indonesia atas dasar Bhinneka Tunggal Ika.
(7) Memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa

-          KERAKYATAN YANG DIPIMPIN OLEH HIKMAT KEBIJAKSANAAN DALAM PERMUSYAWARATAN PERWAKILAN
(1) Sebagai warga negara dan warga masyarakat, setiap manusia Indonesia mempunyai kedudukan,hak dan kewajiban yang sama.
(2) Tidak boleh memaksakan kehendak kepada orang lain.
(3) Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama.
(4) Musyawarah untuk mencapai mufakat diliputi oleh semangat kekeluargaan.
(5) Menghormati dan menjunjung tinggi setiap keputusan yang dicapai sebagai hasil musyawarah.
(6) Dengan i’tikad baik dan rasa tanggung jawab menerima dan melaksanakan hasil keputusanmusyawarah.
(7) Di dalam musyawarah diutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dangolongan.
(8) Musyawarah dilakukan dengan akal sehat dan sesuai dengan hati nurani yang luhur.
(9) Keputusan yang diambil harus dapat dipertanggungjawabkan secara moral kepada Tuhan YangMaha Esa, menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia, nilai-nilai kebenaran dan keadilanmengutamakan persatuan dan kesatuan demi kepentingan bersama.
(10) Memberikan kepercayaan kepada wakil-wakil yang dipercayai untuk melaksanakanpemusyawaratan

-          KEADILAN SOSIAL BAGI SLURUH RAKYAT INDONESIA
(1) Mengembangkan perbuatan yang luhur, yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaandan kegotongroyongan.
(2) Mengembangkan sikap adil terhadap sesama.
(3) Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban.
(4) Menghormati hak orang lain.
5) Suka memberi pertolongan kepada orang lain agar dapat berdiri sendiri.
(6) Tidak menggunakan hak milik untuk usaha-usaha yang bersifat pemerasan terhadap orang lain.
(7) Tidak menggunakan hak milik untuk hal-hal yang bersifat pemborosan dan gaya hidup mewah.
(8) Tidak menggunakan hak milik untuk bertentangan dengan atau merugikan kepentingan umum.
(9) Suka bekerja keras










III. PENUTUP
KESIMPULAN
Kita telah melihat dan membaca bahwa Pancasila memang berakar dari budaya bangsa Indonesia.Karena dari segi Pancasila terkandung kebudayaan yang menekankan persatuan serta sebaliknya. Tidaklupa dari segi pengertian, Pancasila merupakan lima buah asas atau prinsip yang harus dijunjung tinggi kitasebagai bangsa Indonesia. Sedangkan kebudayaan merupakan sarana hasil karya, rasa, dan ciptamasyarakat. Sehingga Pancasila tercipta berdasarkan kebudayaan. Kaitan di antara keduanya begitu eratsehingga timbal balik antara Pancasila dan Kebudayaan dapat terjadi dengan signifikan karena keduanyasaling berhubungan. Pancasila berakar dari kebudayaan dikarenakan di dalam pancasila terkandung nilaikebudayaan. Bagaimana bisa demikian? Karena unsur persatuan dapat kita lihat di dalam pancasila,sedangkan kita sebagai negara yang memiliki beragam macam kebudayaan, memang sepantasnya memilikiasas persatuan yang terkandung di dalam Pancasila. Sehingga kita sebagai insan berbudaya, harus jugaberdasarkan kepada Pancasila yang adalah ideologi bangsa kita
SARAN

Demikianlah makalah berjudul “Nilai-Nilai Pancasila” ini kami buat berdasarkan sumber-sumber yang ada. Kami juga menyadari, masih ada banyak kekurangan di dalam penulisan makalah ini.Sehingga perlulah bagi kami, dari para pembaca untuk memberikan saran yang membantu supaya makalahini mendekati lebih baik. Sebagai warga negara yang baik, jika kita telah mengerti dan mengetahui nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila hendaknya dilaksanakan dengan baik agar terciptanya kondisimasyarakat yang aman, damai, tertib dan tentram. Atas perhatian Anda semuanya, kami ucapkan terimakasih

Senin, 28 Oktober 2013

HASIL WAWANCARA KWU ( KEWIRAUSAHAAN )

 Tugas Laporan Kunjungan Wisata


Nama : SyukronBaihaqi
Kewirausahaan Hasil Wawancara di museum : 
1) Museum Tekstil 
2) Museum Wayang 
3) Lubang Buaya 
4) Dunia Air Tawar dan Serangga 
5) Museum Transportasi
 1) Museum Tekstil
 • Sumber-sumber pemasukan dan pembiayaan yaitu : 
• Sumber APBD
 • Tiket masuk 
• Produk-produk unggulan yaitu : 
• Tidak ada karena sifatnya edukasi 
• Promisi/ iklan untuk menarik/ meningkatkan jumlah pengunjung yaitu : 
• Media elektronik
 • Pameran, dan
 • Brosur
 • Kekurangan/kelemahan dari museum-museum yaitu :
 • Bukanya terlalu siang
 • Penjaganya masih ada yang kurang bersosialisasi
 • Motif batik yang ada dominan dengan motif burung, dan kupu-kupu 2) Museum Wayang
 • Sumber-sumber pemasukan dan pembiayaan yaitu :
 • Sumber APBD
 • Anggaran Sendiri
 • Tiket masuk
 • Produk-produk unggulan yaitu :
 • Wayang ngabean ( Wayang Intan) karena hanya ada 1 di Indonesia
 • Blencong hanya ada 4 di Indonesia
 • Promosi/ iklan untuk menarik/ meningkatan jumlah pengunjung yaitu :
 • Workshop
 • Brosur
 • Media masa / pagelaran
 • Kekurangan/ kelemahan dari museum yaitu : 
• Ruang gerak terlalu sedikit
 • Layanan kurang 
• Brosur banyak namun yang dikeluarkan sedikit sehingga pengujung tidak semuanya mendapatkan brosur 3) Lubang Buaya
 • Sumber-sumber pemasukan dan pembiayaan yaitu : - Sumber APBD - Tiket masuk - Penyewaan lahan kosong untuk pedagang
 • Produk-produk unggulan yaitu :
 - Rumah serambi Penyiksaan 
- Ruang 3 dimensi (tempat reka ulang penculikan para jendral revolusi) 
- Foto-foto peristiwa penyiksaan G 30 S/PKI
 • Promosi/ iklan untuk menarik / meningkatkan jumlah pengunjung yaitu :
 - Media elektronik
 - Menteri Pendidikan dan Budaya memerintahkan sekolah untuk berkunjung ke desa Lubang Buaya sebagai sumber pengetahuan
 • Kekurangan/ kelemahan dari museum yaitu :
 - Kurang tersedianya guide
 - Terlalu jauh jaraknya dari parkir untuk menuju museum lubang buaya 
- Lahan kosong yang luas tetapi tidak dimanfaatkan dengan baik
 4) Dunia Air Tawar dan Serangga 
• Sumber pemasukan dan pembiayaan yaitu :
 - Tiket masuk
 - Pembudiyaan ikan
 - Bantuan Yayasan TMII 
• Produk-produk unggulan yaitu :
 - Dari dalam : Arwana Merah (superet), Kalimantan
 - Dari luar : Ikan air tawar terbesar didunia (arapaima), Sungai Amazon 
- Hampir semua jenis Kumbang ada disana
 • Promosi/ iklan untuk menarik/ meningkatkan jumlah pengunjung yaitu :
 - Marketing ( menjemput kesekolah-sekolah)
 - Media cetak dan elektronik
 - Pameran-pameran
 • Kekurangan /kelemahan dari museum yaitu : 
- Koleksi ikannya hanya sedikit sekitar 176 spesies dari 2000 spesies
 - Koleksi serangga kupu-kupunya hanya sedikit
 - Tenaga pemandu kurang

Minggu, 27 Oktober 2013

Biologi



Museum Serangga dan Taman Kupu-kupu
Museum Serangga dan Taman Kupu berdiri pada tanggal 20 April 1993 bertepatan dengan ulang tahun TMII ke-18. Terletak bersebelahan dengan Taman Aquarium Air Tawar. Koleksi museum terdiri sekitar 600 jenis serangga, didominasi oleh kupu-kupu (sekitar 250 jenis) dan kumbang (sekitar 200 jenis).
Koleksi lain mencakup belalang ranting dan belalang daun, capung dan capung jarum, jangkrik dan gangsir, kecoak, ngengat, orong-orong/anjing tanah, kerabat tonggeret. Selain spesimen serangga awetan kering, museum menampilkan koleksi serangga hidup yaitu belalang ranting.
Seluruh koleksi dipamerkan dalam kotak kaca. Koleksi kupu-kupu yang kaya paling mencuri perhatian. Beberapa kali aku mendengar anak-anak spontan menyanyikan lagu kupu-kupu karangan Ibu Sud di sini tetapi kok ya selalu hanya dua kalimat pertamanya.











Nama – nama serangga serta gambar/fotonya
Capung besar

Capung jarum

Dieptra (nyamuk)

Neuroptera (undur-undur)


Chilopoda

Diplopoda


Insecta

Crustacea

Lalat
Ketam kenari

Belalang
Cengkerik dan Gangsir

Tettigonidae
Kumbang badak

Kumbang moncong
Kumbang biji

Belalang sembah


Kumbang lembing

Pulau seram

Pulau bacan

Pulau obi

Pulau buru

Cara hidup serangga
1.    Kumbang tanduk
Kumbang tanduk merupakan salah satu jenis kumbang terbesar di dunia dan adalah hewan nokturnal (aktif di malam hari). Saat siang, mereka bersembunyi di bawah batang pohon untuk menghindari predator. Secara proporsional, kumbang tanduk adalah hewan terkuat di bumi. Mereka bisa mengangkat hingga 850 kali berat badan mereka sendiri.
2.    Kumbang moncong
Siklus hidup kumbang moncong bervariasi tergantung pada habitat dan kondisi lingkungannya. Musim kemarau yang panjang dengan jumlah makanan yang sedikit akan memperlambat perkembangan larva serta ukuran dewasa yang lebih kecil dari ukuran normalSatu siklus hidup hama ini dari telur sampai dewasa sekitar 6-9 bulan.
3.    Tomcat
Siklus hidup kumbang dari sejak telur diletakkan hingga menjadi kumbang dewasa sekitar 18 hari, dengan perincian stadium telur 4 hari, larva 9 hari, dan pupa 5 hari. Kumbang dapat hidup hingga 3 bulan. Seekor kumbang betina dapat meletakkan telur sebanyak 100 butir telur.

4.    Cengkerik
Cengkerik hanya aktif dan melakukan aktifitas di malam hari saja.

5.    Belalang
Belalang juta mampu memakan anggaran tumbuhan hijau seberat jisim badan mereka setiap hari: daun, bunga, kulit kayu, batang, buah, dan benih. Hampir kesemua tanaman, dan tumbuhan bukan tanaman, berisiko, termasuk millet, padi, jagung, sorghum, tebu, barli, kapas, pokok buah, pokok kurma, sayuran, rumput ragut, akasia, pine, dan pisang.

6.    Kumbang biji
30 hari pada suhu 30°C. Dalam kondisi normal 8–16 minggu. Dapat bertahan hidup pada suhu 11°C. Hama Bulir padi. Kumbang yang baru dewasa meninggalkan ciri berupa lubang darurat di dalam bulir padi.

7.    Gangsir
Saat musim penghujan, gangsir yang hidupnya di dalam tanah ini banyak yang keluar dari sarangnya berupa lubang-lubang kecil yang ada di ladang-ladang penduduk.
8.    Ketam kenari
Ketam kenari hidup sendiri dibawah tanah atau celah-celah bebatuan, tergantung daerah setempat. Mereka menggali tempat bersembunyi di pasir atau tanah gembur. Di siang hari, ketam kenari bersembunyi, untuk berlindung dan mengurangi hilangnya air karena panas.

9.    Lalat
Lalat dewasa sangat aktif sepanjang hari, dari makanan yang satu ke makanan yang lain. Lalat sangat tertarik pada makanan yang dimakan oleh manusia sehari-hari, seperti gula, susu dan makanan lainnya, kotoran manusia serta darah. Sehubungan dengan bentuk mulutnya, lalat hanya makan dalam bentuk cair atau makan yang basah, sedangkan makanan yang kering dibasahi oleh ludahnya terlebih dahulu lalu dihisap.

10. Kupu-kupu
Kupu-kupu umumnya hidup dengan mengisap madu bunga (nektar/ sari kembang). Akan tetapi beberapa jenisnya menyukai cairan yang diisap dari buah-buahan yang jatuh di tanah dan membusuk, daging bangkai, kotoran burung, dan tanah basah.

Jumat, 25 Oktober 2013

Tugas!
Buatlah rangkuman Peristiwa G 30 S PKI berdasarkan pertanyaan ini dan diketik yang rapih!
1.     Tulislah data 7 orang Jendral yang dibunuh oleh PKIdan dilengkapi dengan foto masing asing Jendral!
2.    Peristiwa G 30 S PKI bertentangan dengan Pancasila sila ke berapa? Jelaskan!
3.    Peristiwa G 30 S PKI juga bertentangan dengan UUD 1945. Sebutkan Bab dan Pasal berapa? Jelaskan!

Jawaban :
1 .BIOGRAFI 7 PAHLAWAN REVOLUSI
Letnan Jenderal Anumerta S. Parman

Nama: Letnan Jenderal Anumerta S. Parman Lahir:   Wonosobo, Jawa Tengah, 4 Agustus 1918
Agama:  Islam
Pendidikan Umum Terakhir:  Sekolah Tinggi Kedokteran (tidak tamat)
Pendidikan Lain:  Kenpei Kasya Butai
Pendidikan Tentara:  Military Police School, Amerika Serikat.
Pengalaman Pekerjaan: Jawatan Kenpeitai
Karier Militer:
- Tahun 1964, Asisten I Menteri/Panglima Angkatan Darat (Men/Pangad)
- Tahun 1959, Atase Militer RI di London
- Staf di Kementerian Pertahanan
- Maret tahun 1950, Kepala Staf G
- Desember tahun 1949 Kepala Staf Gubernur Militer Jakarta Raya.
- Tahun 1945, Kepala Staf Markas Besar Polisi Tentara (PT) di Yogyakarta
- Tentara Keamanan Rakyat (TKR)
Tanda Penghormatan:  Pahlawan Revolusi
Meninggal: Jakarta, 1 Oktober 1965
Dimakamkan:  Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta
Kapten Peiere Andreas Tendean
Nama : Kapten Peiere Andreas Tendean
Lahir : Jakarta, 21 Februari 1939
Agama : protestan
Pendidikan Umum :
- SD di Magelang
- SMP B
- SMA B
pendidikan Militer : ATEKAD
Karier Militer :
- ikut dalam operasi Sapta Marga di Sumatera Utara. Beliau dilantik sebagai Letda Czi tahun 1962
- Danton Yon Zipur 2/Dam II Bukit Barisan
- Pendidikan Intelijen tahun 1963
- pernah menyusup ke Malaysia masa Dwikora sewaktu bertugas di DIPIAD
- 965 diangkat sebagai Ajudan Menko Hankam/Kasab Jenderal TNI A.H. Nasution ketika pangkatnya masih Letda, kemudian naik menjadi Lettu.
Tanda Penghormatan : Pahlawan Revolusi
Meninggal: Jakarta, 1 Oktober 1965
Dimakamkan : Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta

Letnan Jenderal Anumerta Suprapto
Nama : Letnan Jenderal Anumerta Suprapto
Lahir : Purwokerto, 20 Juni 1920
Agama : Islam.
Pendidikan Umum :
- MULO (setingkat SLTP)
- AMS (setingkat SMU) Bagian B di Yogyakarta, tamat tahun 1941
- Kursus Pusat Latihan Pemuda
- Latihan Keibodan, Seinendan, dan Syuisyintai
Pendidikan Tentara : Koninklijke Militaire Akademie di Bandung, tapi tidak sampai tamat.
Pengalaman Pekerjaan : Kantor Pendidikan Masyarakat
Karier Militer :
- Deputy II Menteri/ Panglima Angkatan Darat (Men/Pangad), Jakarta
- Deputy Kepala Staf Angkatan Darat untuk Wilayah Sumatera, Medan
- Staf Kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta
- Staf Angkatan Darat, Jakarta
- Kepala Staf Tentara & Teritorium (T&T) IV/Diponegoro, Semarang
- Ajudan Panglima Besar Jenderal Sudirman
- Anggota Tentara Keamanan Rakyat di Purwokerto
Tanda Penghormatan : Pahlawan Revolusi
Meningga l: Jakarta, 1 Oktober 1965
Dimakamkan : Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta

Jenderal TNI Anumerta Achmad Yani
Nama : Jenderal TNI Anumerta Achmad Yani
Lahir : Jenar, Purworejo, 19 Juni 1922
Meninggal : Jakarta, 1 Oktober 1965
Dimakamkan : Taman Makam Pahlawan Kalibata
Agama : Islam
Ayah : Sarjo bin Suharyo
Ibu : Murtini
Pendidikan Formal:
- HIS (setingkat S D) Bogor, tamat tahun 1935
- MULO (setingkat S M P) kelas B Afd. Bogor, tamat tahun 1938
- AMS (setingkat S M U) bagian B Afd. Jakarta, berhenti tahun 1940
Pendidikan Militer:
- Pendidikan militer pada Dinas Topografi Militer di Malang
- Pendidikan Heiho di Magelang
- Tentara Pembela Tanah Air (PETA) di Bogor
- Command and General Staf College di Fort Leaven Worth, Kansas, USA, tahun 1955
- Spesial Warfare Course di Inggris, tahun 1956
Jabatan terakhir : Menteri Panglima Angkatan Darat (Men/Pangad) sejak tahun 1962
Bintang Kehormatan:
- Bintang RI Kelas II
- Bintang Sakti
- Bintang Gerilya
- Bintang Sewindu Kemerdekaan I dan II
- Satyalancana Kesetyaan VII, XVI
- Satyalancana G:O.M. I dan VI
- Satyalancana Sapta Marga (PRRI)
- Satyalancana Irian Barat (Trikora)
- Ordenon Narodne Armije II Reda Yugoslavia (1958) dan lain-lain
Tanda Penghormatan : Pahlawan Revolusi
Letnan Jenderal Anumerta M.T. Haryono
Nama : Letnan Jenderal Anumerta M.T. Haryono
Lahir :  Srabaya, 20 Januari 1924
Agama : Islam
Pendidikan Umum:
- ELS (setingkat Sekolah Dasar)
- HBS (setingkat Sekolah Menengah Umum)
- Ika Dai Gakko (Sekolah Kedokteran masa pendudukan Jepang)
Karier Militer:
- Deputy III Menteri/Panglima Angkatan Darat (Men/Pangad)
- Direktur Intendans Angkatan Darat
- Atase Militer RI di Negara Belanda (tahun 1950)
- Sekretaris Delegasi Militer Indonesia pada Konferensi Meja Bundar (KMB)
- Sekretaris Delegasi RI dalam perundingan dengan Inggris dan Belanda
- Wakil Tetap pada Kementerian Pertahanan Urusan Gencatan Senjata
- Sekretaris Dewan Pertahanan Negara
- Bekerja di Kantor Penghubung
- Masuk Tentara Keamanan Rakyat (TKR)
Tanda Penghormatan : Pahlawan Revolusi
Meninggal : Jakarta, 1 Oktober 1965
Dimakamkan : Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta
Mayor Jenderal Anumerta Donald Isac Panjaitan
Nama : Mayor Jenderal Anumerta Donald Isac Panjaitan
Lahir : Balige, Tapanuli, 9 Juni 1925
Meninggal : Jakarta, 1 Oktober 1965
Dimakamkan : Taman Makam Pahlawan Kalibata
Agama : Kristen
Pendidikan Formal:
- Sekolah Dasar
- Sekolah Menengah Pertama
- Sekolah Menengah Atas
Pendidkan Militer : Latihan Gyugun
Pendidikan Lain:
- Kursus Militer Atase (Milat), tahun 1956
- Associated Command and General Staff College, di Amerika Serikat
Karier Militer:
- Asisten IV Menteri/Panglima Angkatan Darat (Men/Pangad), tahun 1962
- Atase Militer RI di Bonn, Jerman Barat
- Kepala Staf Operasi Tentara dan Teritorium (T&T) II/Sriwijaya di Palembang
- Kepala Staf Operasi Tentara dan Teritorium (T&T) I Bukit Barisan di Medan
- Pimpinan Perbekalan Perjuangan Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI).
- Kepala Staf Umum IV (Supplay) Komandemen Tentara Sumatera
- Komandan Pendidikan Divisi IX/Banteng di Bukittinggi, tahun 1948
- Komandan Batalyon Tentara Keamanan Rakyat (TKR)
- Anggota Gyugun Pekanbaru, Riau
Prestasi :
- Salah seorang pembentuk Tentara Keamanan Rakyat (TKR)
- Membongkar rahasia pengiriman senjata dari Republik Rakyat Cina (RRC) untuk PKI
Tanda Kehormatan : Pahlawan Revolusi
Mayjen TNI Anumerta Sutoyo Siswomiharjo
Nama : Mayjen TNI Anumerta Sutoyo Siswomiharjo
Lahir : Kebumen, 23 Agustus 1922
Gugur : Lubang Buaya, Jakarta, 1 Oktober 1965
Agama : Islam
Tanda Penghormatan : Pahlawan Revolusi
Pendidikan:
- HIS di Semarang
- AMS tahun 1942 di Semarang
- Balai Pendidikan Pegawai Negeri di Jakarta.
Karir:
- Pegawai Menengah/III di Kabupaten Purworejo
- Kepala Organisasi Resimen II PT (Polisi Tentara) Purworejo dengan pangkat Kapten (1946)
- Kepala Staf CPMD Yogyakarta (1948-1949)
- Komandan Batalyon I CPM (1950)
- Danyon V CPM (1951)
- Kepala Staf MBPM (1954)
- Pamen diperbantukan SUAD I dengan pangkat Letkol (1955-1956)
- Asisten ATMIL di London (1956)
- Pendidikan Kursus “C” Seskoad (1960)
- 1961 naik pangkat menjadi Kolonel dan menjabat sebagai IRKEHAD dan tahun 1964 naik pangkat menjadi Brigjen

2 .SEJARAH DAN KRONOLOGIS PERISTIWA G 30 S/PKI
Sebenarnya Partai Komunis Indonesia (PKI) sudah lama meniupkan hawa perlawanan dan pemberontakan terhadap Indonesia. Kelompok ini bersikeras untuk mengganti dasar negara Republik Indonesia, yakni Pancasila menjadi negara yang berdasar asas komunis. Perlawanan PKI yang tidak diterima oleh setiap kalangan ini, menjadikan kelompok ini merencanakan sebuah rencana yang besar.

KRONOLOGIS PENUMPASAN PKI
a.       Tanggal 1 Oktober 1965
Operasi penumpasan G 30 S/PKI dimulai sejak tanggal 1 Oktober 1965 sore hari. Gedung RRI pusat dan Kantor Pusat Telekomunikasi dapat direbut kembali tanpa pertumpahan darah oleh satuan RPKAD di bawah pimpinan Kolonel Sarwo Edhi Wibowo, pasukan Para Kujang/328 Siliwangi, dan dibantu pasukan kavaleri. Setelah diketahui bahwa basis G 30 S/PKI berada di sekitar Halim Perdana Kusuma, sasaran diarahkan ke sana.
b.        Tanggal 2 Oktober 1965
                Pada tanggal 2 Oktober, Halim Perdana Kusuma diserang oleh satuan RPKAD di bawah komando Kolonel Sarwo Edhi Wibowo atas perintah Mayjen Soeharto. Pada pikul 12.00 siang, seluruh tempat itu telah berhasil dikuasai oleh TNI – AD.
c.       Tanggal 3 Oktober 1965
Pada hari Minggu tanggal 3 Oktober 1965, pasukan RPKAD yang dipimpin oleh Mayor C.I Santoso berhasil menguasai daerah Lubang Buaya. Setelah usaha pencarian perwira TNI – AD dipergiat dan atas petunjuk Kopral Satu Polisi Sukirman yang menjadi tawanan G 30 S/PKI, tetapi berhasil melarikan diri didapat keterangan bahwa para perwira TNI – AD tersebut dibawah ke Lubang Buaya. Karena daerah terebut diselidiki secara intensif, akhirnya pada tanggal 3 Oktober 1965 titemukan tempat para perwira yang diculik dan dibunuh tersebut.. Mayat para perwira itu dimasukkan ke dalam sebuah sumur yang bergaris tengah ¾ meter dengan kedalaman kira – kira 12 meter, yang kemudian dikenal dengan nama Sumur Lubang Buaya.
d.       Tanggal 4 Oktober 1965
                Pada tanggal 4 Oktober, penggalian Sumur Lubang Buaya dilanjutkan kembali (karena ditunda pada tanggal 13 Oktober pukul 17.00 WIB hingga keesokan hari) yang diteruskan oleh pasukan Para Amfibi KKO – AL dengan disaksikan pimpinan sementara TNI – AD Mayjen Soeharto. Jenazah para perwira setelah dapat diangkat dari sumur tua tersebut terlihat adanya kerusakan fisik yang sedemikian rupa. Hal inilah yang menjadi saksi bisu bagi bangsa Indonesia betapa kejamnya siksaan yang mereka alami sebelum wafat.
e.        Tanggal 5 Oktober 1965
                Pada tanggal 5 Oktober, jenazah para perwira TNI – AD tersebut dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata yang sebelumnya disemayamkan di Markas Besar Angkatan Darat.
f.       Pada tanggal 6 Oktober, dengan surat keputusan pemerintah yang diambil dalam Sidang Kabinet Dwikora, para perwira TNI – AD tersebut ditetapakan sebagai Pahlawan Revolusi.
Gerakan 30 September atau yang sering disingkat G 30 S PKI adalah sebuah kejadian yang terjadi pada tanggal 30 September 1965 di mana enam pejabat tinggi militer Indonesia beserta beberapa orang lainnya dibunuh dalam suatu usaha pemberontakan yang disebut sebagai usaha kudeta yang dituduhkan kepada anggota Partai Komunis Indonesia.

Latar Belakang
PKI merupakan partai Stalinis yang terbesar di seluruh dunia, di luar Tiongkok dan Uni Sovyet. Anggotanya berjumlah sekitar 3,5 juta, ditambah 3 juta dari pergerakan pemudanya. PKI juga mengontrol pergerakan serikat buruh yang mempunyai 3,5 juta anggota dan pergerakan petani Barisan Tani Indonesia yang mempunyai 9 juta anggota. Termasuk pergerakan wanita (Gerwani), organisasi penulis dan artis dan pergerakan sarjananya, PKI mempunyai lebih dari 20 juta anggota dan pendukung.
Pada bulan Juli 1959 parlemen dibubarkan dan Sukarno menetapkan konstitusi di bawah dekrit presiden - sekali lagi dengan dukungan penuh dari PKI. Ia memperkuat tangan angkatan bersenjata dengan mengangkat para jendral militer ke posisi-posisi yang penting. Sukarno menjalankan sistem "Demokrasi Terpimpin". PKI menyambut "Demokrasi Terpimpin" Sukarno dengan hangat dan anggapan bahwa dia mempunyai mandat untuk persekutuan Konsepsi yaitu antara Nasionalis, Agama dan Komunis yang dinamakan NASAKOM.
Pada era "Demokrasi Terpimpin", kolaborasi antara kepemimpinan PKI dan kaum burjuis nasional dalam menekan pergerakan-pergerakan independen kaum buruh dan petani, gagal memecahkan masalah-masalah politis dan ekonomi yang mendesak. Pendapatan ekspor menurun, foreign reserves menurun, inflasi terus menaik dan korupsi birokrat dan militer menjadi wabah.
PKI telah menguasai banyak dari organisasi massa yang dibentuk Soekarno untuk memperkuat dukungan untuk rezim Demokrasi Terpimpin dan, dengan persetujuan dari Soekarno, memulai kampanye untuk membentuk "Angkatan Kelima" dengan mempersenjatai pendukungnya. Para petinggi militer menentang hal ini.
Dari tahun 1963, kepemimpinan PKI makin lama makin berusaha menghindari bentrokan-bentrokan antara aktivis massanya dan polisi dan militer. Pemimpin-pemimpin PKI mementingkan "kepentingan bersama" polisi dan "rakyat". Pemimpin PKI DN Aidit mengilhami slogan "Untuk Ketentraman Umum Bantu Polisi". Di bulan Agustus 1964, Aidit menganjurkan semua anggota PKI membersihkan diri dari "sikap-sikap sektarian" kepada angkatan bersenjata, mengimbau semua pengarang dan seniman sayap-kiri untuk membuat "massa tentara" subyek karya-karya mereka.
Di akhir 1964 dan permulaan 1965 ratusan ribu petani bergerak merampas tanah dari para tuan tanah besar. Bentrokan-bentrokan besar terjadi antara mereka dan polisi dan para pemilik tanah. Untuk mencegah berkembangnya konfrontasi revolusioner itu, PKI mengimbau semua pendukungnya untuk mencegah pertentangan menggunakan kekerasan terhadap para pemilik tanah dan untuk meningkatkan kerjasama dengan unsur-unsur lain, termasuk angkatan bersenjata.
Pada permulaan 1965, para buruh mulai menyita perusahaan-perusahaan karet dan minyak milik AS. Kepemimpinan PKI menjawab ini dengan memasuki pemerintahan dengan resmi. Pada waktu yang sama, jendral-jendral militer tingkat tinggi juga menjadi anggota kabinet.
Menteri-menteri PKI tidak hanya duduk di sebelah para petinggi militer di dalam kabinet Sukarno ini, tetapi mereka terus mendorong ilusi yang sangat berbahaya bahwa angkatan bersenjata adalah merupakan bagian dari revolusi demokratis "rakyat".
Aidit memberikan ceramah kepada siswa-siswa sekolah angkatan bersenjata di mana ia berbicara tentang "perasaan kebersamaan dan persatuan yang bertambah kuat setiap hari antara tentara Republik Indonesia dan unsur-unsur masyarakat Indonesia, termasuk para komunis".
Rejim Sukarno mengambil langkah terhadap para pekerja dengan melarang aksi-aksi mogok di industri. Kepemimpinan PKI tidak berkeberatan karena industri menurut mereka adalah milik pemerintahan NASAKOM.
Tidak lama PKI mengetahui dengan jelas persiapan-persiapan untuk pembentukan rejim militer, menyatakan keperluan untuk pendirian "angkatan kelima" di dalam angkatan bersenjata, yang terdiri dari pekerja dan petani yang bersenjata. Bukannya memperjuangkan mobilisasi massa yang berdiri sendiri untuk melawan ancaman militer yang sedang berkembang itu, kepemimpinan PKI malah berusaha untuk membatasi pergerakan massa yang makin mendalam ini dalam batas-batas hukum kapitalis negara. Mereka, depan jendral-jendral militer, berusaha menenangkan bahwa usul PKI akan memperkuat negara. Aidit menyatakan dalam laporan ke Komite Sentral PKI bahwa "NASAKOMisasi" angkatan bersenjata dapat dicapai dan mereka akan bekerjasama untuk menciptakan "angkatan kelima". Kepemimpinan PKI tetap berusaha menekan aspirasi revolusioner kaum buruh di Indonesia. Di bulan Mei 1965, Politbiro PKI masih mendorong ilusi bahwa aparatus militer dan negara sedang diubah untuk memecilkan aspek anti-rakyat dalam alat-alat negara.
Peristiwa
Pada 30 September 1965, enam jendral senior dan beberapa orang lainnya dibunuh dalam upaya kudeta yang disalahkan kepada para pengawal istana (Cakrabirawa) yang loyal kepada PKI dan pada saat itu dipimpin oleh Letkol. Untung. Panglima Komando Strategi Angkatan Darat saat itu, Mayjen Soeharto kemudian mengadakan penumpasan terhadap gerakan tersebut.
Korban

Keenam pejabat tinggi yang dibunuh tersebut adalah:
•    Panglima Angkatan Darat Letjen TNI Ahmad Yani,
•    Mayjen TNI R. Suprapto
•    Mayjen TNI M.T. Haryono
•    Mayjen TNI Siswondo Parman
•    Brigjen TNI DI Panjaitan
•    Brigjen TNI Sutoyo Siswomiharjo
Jenderal TNI A.H. Nasution juga disebut sebagai salah seorang target namun dia selamat dari upaya pembunuhan tersebut. Sebaliknya, putrinya Ade Irma Suryani Nasution dan ajudan AH Nasution, Lettu Pierre Tandean tewas dalam usaha pembunuhan tersebut.
Selain itu beberapa orang lainnya juga turut menjadi korban:
•    AIP Karel Satsuit Tubun
•    Brigjen Katamso Darmokusumo
•    Kolonel Sugiono
Para korban tersebut kemudian dibuang ke suatu lokasi di Pondok Gede, Jakarta yang dikenal sebagai Lubang Buaya. Mayat mereka ditemukan pada 3 Oktober.
Pasca kejadian
Pada tanggal 1 Oktober 1965 Sukarno dan sekretaris jendral PKI Aidit menanggapi pembentukan Dewan Revolusioner oleh para "pemberontak" dengan berpindah ke Pangkalan Angkatan Udara Halim di Jakarta untuk mencari perlindungan.
Pada tanggal 6 Oktober Sukarno mengimbau rakyat untuk menciptakan "persatuan nasional", yaitu persatuan antara angkatan bersenjata dan para korbannya, dan penghentian kekerasan. Biro Politik dari Komite Sentral PKI segera menganjurkan semua anggota dan organisasi-organisasi massa untuk mendukung "pemimpin revolusi Indonesia" dan tidak melawan angkatan bersenjata. Pernyataan ini dicetak ulang di koran CPA bernama "Tribune".
Pada tanggal 12 Oktober 1965, pemimpin-pemimpin Uni-Sovyet Brezhnev, Mikoyan dan Kosygin mengirim pesan khusus untuk Sukarno: "Kita dan rekan-rekan kita bergembira untuk mendengar bahwa kesehatan anda telah membaik...Kita mendengar dengan penuh minat tentang pidato anda di radio kepada seluruh rakyat Indonesia untuk tetap tenang dan menghindari kekacauan...Imbauan ini akan dimengerti secara mendalam."
Dalam sebuah Konferensi Tiga Benua di Havana di bulan Februari 1966, perwakilan Uni-Sovyet berusaha dengan segala kemampuan mereka untuk menghindari pengutukan atas penangkapan dan pembunuhan orang-orang yang dituduh sebagai PKI, yang sedang terjadi terhadap rakyat Indonesia. Pendirian mereka mendapatkan pujian dari rejim Suharto. Parlemen Indonesia mengesahkan resolusi pada tanggal 11 Februari, menyatakan "penghargaan penuh" atas usaha-usaha perwakilan-perwakilan dari Nepal, Mongolia, Uni-Sovyet dan negara-negara lain di Konperensi Solidaritas Negara-Negara Afrika, Asia dan Amerika Latin, yang berhasil menetralisir usaha-usaha para kontra-revolusioner apa yang dinamakan pergerakan 30 September, dan para pemimpin dan pelindung mereka, untuk bercampur-tangan di dalam urusan dalam negeri Indonesia."
Lima bulan setelah itu, pada tanggal 11 Maret 1966, Sukarno memberi Suharto kekuasaan tak terbatas melalui Surat Perintah Sebelas Maret. Ia memerintah Suharto untuk mengambil "langkah-langkah yang sesuai" untuk mengembalikan ketenangan dan untuk melindungi keamanan pribadi dan wibawanya. Kekuatan tak terbatas ini pertama kali digunakan oleh Suharto untuk melarang PKI. Sebagai penghargaan atas jasa-jasanya, Sukarno dipertahankan sebagai presiden tituler diktatur militer itu sampai Maret 1967. Kepemimpinan PKI terus mengimbau massa agar menuruti kewenangan rejim Sukarno-Suharto. Aidit, yang telah melarikan diri, ditangkap dan dibunuh oleh TNI pada tanggal 24 November, tetapi pekerjaannya diteruskan oleh Sekretaris Kedua PKI Nyoto.
Dalam bulan-bulan setelah peristiwa ini, semua anggota dan pendukung PKI, atau mereka yang dianggap sebagai anggota dan simpatisan PKI, semua partai kelas buruh yang diketahui dan ratusan ribu pekerja dan petani Indonesia yang lain dibunuh atau dimasukkan ke kamp-kamp tahanan untuk disiksa dan diinterogasi. Pembunuhan-pembunuhan ini terjadi di Jawa Tengah, Jawa Timur dan Bali. Berapa jumlah orang yang dibantai tidak diketahui dengan persis - perkiraan yang konservatif menyebutkan 500.000 orang, sementara lainnya 2.000.000 orang. Namun diduga setidak-tidaknya satu juta orang menjadi korban dalam bencana enam bulan yang mengikuti kudeta itu.
    Dihasut dan dibantu oleh tentara, kelompok-kelompok pemuda dari organisasi-organisasi muslim sayap-kanan melakukan pembunuhan-pembunuhan massa, terutama di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Ada laporan-laporan bahwa Sungai Brantas di dekat Surabaya menjadi penuh mayat-mayat sampai di tempat-tempat tertentu sungai itu "terbendung mayat".
Pada akhir 1965, antara 500.000 dan satu juta anggota-anggota dan pendukung-pendukung PKI telah menjadi korban pembunuhan dan puluhan ribu dipenjarakan di kamp-kamp konsentrasi, tanpa adanya perlawanan sama sekali. Sewaktu regu-regu militer yang didukung dana CIA menangkapi semua anggota dan pendukung PKI yang terketahui dan melakukan pembantaian keji terhadap mereka, majalah "Time" memberitakan:
"Pembunuhan-pembunuhan itu dilakukan dalam skala yang sedemikian sehingga pembuangan mayat menyebabkan persoalan sanitasi yang serius di Sumatra Utara, di mana udara yang lembab membawa bau mayat membusuk. Orang-orang dari daerah-daerah ini bercerita kepada kita tentang sungai-sungai kecil yang benar-benar terbendung oleh mayat-mayat. Transportasi sungai menjadi terhambat secara serius."
Di Pulau Bali, yang sebelum itu dianggap sebagai kubu PKI, paling sedikit 35.000 orang menjadi korban di permulaan 1966. Di sana para Tamin, pasukan komando elite Partai Nasional Indonesia, adalah pelaku pembunuhan-pembunuhan ini. Koresponden khusus dari Frankfurter Allgemeine Zeitung bercerita tentang mayat-mayat di pinggir jalan atau dibuang ke dalam galian-galian dan tentang desa-desa yang separuh dibakar di mana para petani tidak berani meninggalkan kerangka-kerangka rumah mereka yang sudah hangus. Di daerah-daerah lain, para terdakwa dipaksa untuk membunuh teman-teman mereka untuk membuktikan kesetiaan mereka. Di kota-kota besar pemburuan-pemburuan rasialis "anti-Cina" terjadi. Pekerja-pekerja dan pegawai-pegawai pemerintah yang mengadakan aksi mogok sebagai protes atas kejadian-kejadian kontra-revolusioner ini dipecat.
Paling sedikit 250,000 orang pekerja dan petani dipenjarakan di kamp-kamp konsentrasi. Diperkirakan sekitar 110,000 orang masih dipenjarakan sebagai tahanan politik pada akhir 1969. Eksekusi-eksekusi masih dilakukan sampai sekarang, termasuk beberapa dozen sejak tahun 1980-an. Empat tapol, Johannes Surono Hadiwiyino, Safar Suryanto, Simon Petrus Sulaeman dan Nobertus Rohayan, dihukum mati hampir 25 tahun sejak kudeta itu.
Sesudah kejadian tersebut, 30 September diperingati sebagai Hari Peringatan Gerakan 30 September. Hari berikutnya, 1 Oktober, ditetapkan sebagai Hari Kesaktian Pancasila. Pada masa pemerintahan Soeharto, biasanya sebuah film mengenai kejadian tersebut juga ditayangkan di seluruh stasiun televisi di Indonesia setiap tahun pada tanggal 30 September. Selain itu pada masa Soeharto biasanya dilakukan upacara bendera di Monumen Pancasila Sakti di Lubang Buaya dan dilanjutkan dengan tabur bunga di makam para pahlawan revolusi di TMP Kalibata. Namun sejak era Reformasi bergulir, film itu sudah tidak ditayangkan lagi dan hanya tradisi tabur bunga yang dilanjutkan.
Pada 29 September - 4 Oktober 2006, diadakan rangkaian acara peringatan untuk mengenang peristiwa pembunuhan terhadap ratusan ribu hingga jutaan jiwa di berbagai pelosok Indonesia. Acara yang bertajuk "Pekan Seni Budaya dalam rangka memperingati 40 tahun tragedi kemanusiaan 1965" ini berlangsung di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia, Depok. Selain civitas academica Universitas Indonesia, acara itu juga dihadiri para korban tragedi kemanusiaan 1965, antara lain Setiadi, Murad Aidit, Haryo Sasongko, Sasmaja, dan Putmainah.
Kontroversi
Beberapa informasi dalam artikel atau bagian ini belum dipastikan dan mungkin isinya tidak benar.
Tolong diperiksa, dan lakukan modifikasi serta tambahkan sumber pada bagian yang diperlukan.
Peristiwa ini sampai sekarang masih diliputi banyak misteri. Banyak pertanyaan yang tertinggal, misalnya dugaan bahwa pemberontakan ini mungkin sengaja diciptakan Soeharto untuk merebut kekuasaan dari Soekarno. Juga, ada teori bahwa Soekarno yang melancarkan pembunuhan karena ingin agar kekuasaannya dapat terus berlangsung dan tidak diancam oleh para jenderal angkatan darat.
3 .Tentangan peristiwa G 30 S PKI dengan pancasila:

-          G 30 S PKI menculik, menyiksa dan membunuh 10 orang prajurit ABRI Pancasialis. Perbuatan mereka yang sewenang wenang itu bertentangan deengan Pancasila,  terutama sila kemanusiaan yang adil dan beradab.
-          Mayor Jendral Soeharto dengan tegas menggermpur dan menghancurkan G 30 S PKI  dan kemudian membubarkan PKI yang benar benar berkhianat. Tindakan Mayor Jendral Soeharto yang menghancurkan G 30 S PKI sesuai dengan pengalaman pacasila, terutama sila Kemanusiaan yang adil dan beradab.
-          Ideologi komunisme tidak bisa dijadikan ideologi Bangsa Indonesia, harna bertentanggan dengan jiwa dan semangat bangsa yang menjunjung tinggi asas Ketuhanan Yang Maha Esa.
-          Salah satu penipuan yang dilakukan oleh para pengikut komunis atau PKI supaya bisa diterima oleh Rakyat Indonesia sejak pertama kali di Indonesia Merdeka adalah bahwa komunisme sesuai dengan jiwa Pancasila, khususnya sila ke lima mengenai Keadilan Sosial.
-          Rakyat dipandang sebagai alat ntuk mencapai kemakmuran kliping yang sangat halal untuk dibunuh bila di perlukan. Jadi sesungguhnya komunisme bertentangan dengan sila ke lima dari Pancasila.

-          Cara cara komunis yang memecah belah rakyat non-komunis serta pasti melakukan pemberontakan untuk merebut kekuasaan serta menolak bermusyawarah jelas bertentangan dengan sila ke tiga dan ke empat pancasila