Museum Serangga dan Taman Kupu-kupu
Museum Serangga dan Taman Kupu berdiri pada tanggal 20
April 1993 bertepatan dengan ulang tahun TMII ke-18. Terletak bersebelahan
dengan Taman Aquarium Air Tawar. Koleksi museum terdiri sekitar 600 jenis
serangga, didominasi oleh kupu-kupu (sekitar 250 jenis) dan kumbang (sekitar
200 jenis).
Koleksi lain mencakup belalang ranting dan belalang daun,
capung dan capung jarum, jangkrik dan gangsir, kecoak, ngengat,
orong-orong/anjing tanah, kerabat tonggeret. Selain spesimen serangga awetan
kering, museum menampilkan koleksi serangga hidup yaitu belalang ranting.
Seluruh koleksi dipamerkan dalam kotak kaca. Koleksi
kupu-kupu yang kaya paling mencuri perhatian. Beberapa kali aku mendengar
anak-anak spontan menyanyikan lagu kupu-kupu karangan Ibu Sud di sini tetapi
kok ya selalu hanya dua kalimat pertamanya.
Nama – nama serangga serta gambar/fotonya
Capung besar
Capung jarum
Dieptra (nyamuk)
Neuroptera (undur-undur)
Chilopoda
Diplopoda
Insecta
Crustacea
Lalat
Ketam kenari
Belalang
Cengkerik dan Gangsir
Tettigonidae
Kumbang badak
Kumbang moncong
Kumbang biji
Belalang sembah
Kumbang lembing
Pulau seram
Pulau bacan
Pulau obi
Pulau buru
Cara hidup serangga
1. Kumbang tanduk
Kumbang
tanduk merupakan salah satu jenis kumbang terbesar di dunia dan adalah hewan
nokturnal (aktif di malam hari). Saat siang, mereka bersembunyi di bawah batang
pohon untuk menghindari predator. Secara proporsional, kumbang tanduk adalah
hewan terkuat di bumi. Mereka bisa mengangkat hingga 850 kali berat badan
mereka sendiri.
2. Kumbang moncong
Siklus hidup kumbang moncong bervariasi tergantung pada habitat dan
kondisi lingkungannya. Musim kemarau yang panjang dengan jumlah makanan yang
sedikit akan memperlambat perkembangan larva serta ukuran dewasa yang lebih
kecil dari ukuran normalSatu siklus hidup hama ini dari telur sampai dewasa
sekitar 6-9 bulan.
3. Tomcat
Siklus
hidup kumbang dari sejak telur diletakkan hingga menjadi kumbang dewasa sekitar
18 hari, dengan perincian stadium telur 4 hari, larva 9 hari, dan pupa 5 hari.
Kumbang dapat hidup hingga 3 bulan. Seekor kumbang betina dapat meletakkan
telur sebanyak 100 butir telur.
4. Cengkerik
Cengkerik hanya aktif dan melakukan aktifitas di malam hari saja.
5. Belalang
Belalang
juta mampu memakan anggaran tumbuhan hijau seberat jisim badan mereka setiap
hari: daun, bunga, kulit kayu, batang, buah, dan benih. Hampir kesemua tanaman, dan tumbuhan
bukan tanaman, berisiko, termasuk millet, padi, jagung, sorghum, tebu, barli, kapas,
pokok buah, pokok kurma, sayuran, rumput ragut, akasia, pine, dan pisang.
6. Kumbang biji
30 hari pada suhu 30°C. Dalam
kondisi normal 8–16 minggu. Dapat bertahan hidup pada suhu 11°C. Hama Bulir
padi. Kumbang yang baru dewasa meninggalkan ciri berupa lubang darurat di dalam
bulir padi.
7.
Gangsir
Saat musim penghujan, gangsir yang
hidupnya di dalam tanah ini banyak yang keluar dari sarangnya berupa
lubang-lubang kecil yang ada di ladang-ladang penduduk.
8. Ketam kenari
Ketam kenari hidup sendiri dibawah tanah
atau celah-celah bebatuan, tergantung daerah setempat. Mereka menggali tempat
bersembunyi di pasir atau tanah gembur. Di siang hari, ketam kenari
bersembunyi, untuk berlindung dan mengurangi hilangnya air karena panas.
9. Lalat
Lalat dewasa sangat aktif sepanjang hari, dari makanan yang
satu ke makanan yang lain. Lalat sangat tertarik pada makanan yang dimakan oleh
manusia sehari-hari, seperti gula, susu dan makanan lainnya, kotoran manusia
serta darah. Sehubungan dengan bentuk mulutnya, lalat hanya makan dalam bentuk
cair atau makan yang basah, sedangkan makanan yang kering dibasahi oleh
ludahnya terlebih dahulu lalu dihisap.
10. Kupu-kupu
Kupu-kupu umumnya hidup dengan mengisap
madu bunga (nektar/ sari kembang). Akan
tetapi beberapa jenisnya menyukai cairan yang diisap dari buah-buahan yang
jatuh di tanah dan membusuk, daging bangkai, kotoran burung, dan tanah basah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar