Minggu, 27 Oktober 2013

Biologi



Museum Serangga dan Taman Kupu-kupu
Museum Serangga dan Taman Kupu berdiri pada tanggal 20 April 1993 bertepatan dengan ulang tahun TMII ke-18. Terletak bersebelahan dengan Taman Aquarium Air Tawar. Koleksi museum terdiri sekitar 600 jenis serangga, didominasi oleh kupu-kupu (sekitar 250 jenis) dan kumbang (sekitar 200 jenis).
Koleksi lain mencakup belalang ranting dan belalang daun, capung dan capung jarum, jangkrik dan gangsir, kecoak, ngengat, orong-orong/anjing tanah, kerabat tonggeret. Selain spesimen serangga awetan kering, museum menampilkan koleksi serangga hidup yaitu belalang ranting.
Seluruh koleksi dipamerkan dalam kotak kaca. Koleksi kupu-kupu yang kaya paling mencuri perhatian. Beberapa kali aku mendengar anak-anak spontan menyanyikan lagu kupu-kupu karangan Ibu Sud di sini tetapi kok ya selalu hanya dua kalimat pertamanya.











Nama – nama serangga serta gambar/fotonya
Capung besar

Capung jarum

Dieptra (nyamuk)

Neuroptera (undur-undur)


Chilopoda

Diplopoda


Insecta

Crustacea

Lalat
Ketam kenari

Belalang
Cengkerik dan Gangsir

Tettigonidae
Kumbang badak

Kumbang moncong
Kumbang biji

Belalang sembah


Kumbang lembing

Pulau seram

Pulau bacan

Pulau obi

Pulau buru

Cara hidup serangga
1.    Kumbang tanduk
Kumbang tanduk merupakan salah satu jenis kumbang terbesar di dunia dan adalah hewan nokturnal (aktif di malam hari). Saat siang, mereka bersembunyi di bawah batang pohon untuk menghindari predator. Secara proporsional, kumbang tanduk adalah hewan terkuat di bumi. Mereka bisa mengangkat hingga 850 kali berat badan mereka sendiri.
2.    Kumbang moncong
Siklus hidup kumbang moncong bervariasi tergantung pada habitat dan kondisi lingkungannya. Musim kemarau yang panjang dengan jumlah makanan yang sedikit akan memperlambat perkembangan larva serta ukuran dewasa yang lebih kecil dari ukuran normalSatu siklus hidup hama ini dari telur sampai dewasa sekitar 6-9 bulan.
3.    Tomcat
Siklus hidup kumbang dari sejak telur diletakkan hingga menjadi kumbang dewasa sekitar 18 hari, dengan perincian stadium telur 4 hari, larva 9 hari, dan pupa 5 hari. Kumbang dapat hidup hingga 3 bulan. Seekor kumbang betina dapat meletakkan telur sebanyak 100 butir telur.

4.    Cengkerik
Cengkerik hanya aktif dan melakukan aktifitas di malam hari saja.

5.    Belalang
Belalang juta mampu memakan anggaran tumbuhan hijau seberat jisim badan mereka setiap hari: daun, bunga, kulit kayu, batang, buah, dan benih. Hampir kesemua tanaman, dan tumbuhan bukan tanaman, berisiko, termasuk millet, padi, jagung, sorghum, tebu, barli, kapas, pokok buah, pokok kurma, sayuran, rumput ragut, akasia, pine, dan pisang.

6.    Kumbang biji
30 hari pada suhu 30°C. Dalam kondisi normal 8–16 minggu. Dapat bertahan hidup pada suhu 11°C. Hama Bulir padi. Kumbang yang baru dewasa meninggalkan ciri berupa lubang darurat di dalam bulir padi.

7.    Gangsir
Saat musim penghujan, gangsir yang hidupnya di dalam tanah ini banyak yang keluar dari sarangnya berupa lubang-lubang kecil yang ada di ladang-ladang penduduk.
8.    Ketam kenari
Ketam kenari hidup sendiri dibawah tanah atau celah-celah bebatuan, tergantung daerah setempat. Mereka menggali tempat bersembunyi di pasir atau tanah gembur. Di siang hari, ketam kenari bersembunyi, untuk berlindung dan mengurangi hilangnya air karena panas.

9.    Lalat
Lalat dewasa sangat aktif sepanjang hari, dari makanan yang satu ke makanan yang lain. Lalat sangat tertarik pada makanan yang dimakan oleh manusia sehari-hari, seperti gula, susu dan makanan lainnya, kotoran manusia serta darah. Sehubungan dengan bentuk mulutnya, lalat hanya makan dalam bentuk cair atau makan yang basah, sedangkan makanan yang kering dibasahi oleh ludahnya terlebih dahulu lalu dihisap.

10. Kupu-kupu
Kupu-kupu umumnya hidup dengan mengisap madu bunga (nektar/ sari kembang). Akan tetapi beberapa jenisnya menyukai cairan yang diisap dari buah-buahan yang jatuh di tanah dan membusuk, daging bangkai, kotoran burung, dan tanah basah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar